Kamis, 28 Agustus 2014

Cerpen : Lanjutan Air Mata Bunda (AMB) 2



Pagi Hari. Udara sejuk datang berhembus melewati lorong – lorong fentilasi Udara, aku tengok jendela kelas, kulihat langit yang cerah dihiasi oleh awan – awan yang cantik. Kicauan Burung Gereja di Tangkai Pohon Mangga, semakin Memperindah Pagi Hari ini.

12 tahun telah berlalu. Sekarang aku sudah memasuki masa – masa Anak Baru gede disingkat ABG , begitu masyarakat indonesia menyebutnya. Aku sudah memasuki Masa SMP, tidak lagi memakai baju Putih merah melainkan memakai baju putih biru, yang kupakai dengan rasa bangga.

Tapi itu semua hilang seketika saat trio kwek – kwek begitulah kami yang sekolah di SMP ini memanggilnya masuk ke kelas dan menghampiri aku. Mereka bukanlah kumpulan dari anak – anak cupu, melainkan kelompok preman SMP yang selalu memalak anak – anak di Sekolah ini, maka karna kesal kami menamakan mereka trio kwek –kwek. Kelompok mereka terdiri dari Joni anak saudagar kaya sekaligus pemberi bantuan tetap di sekolah ini, sikapnya berbanding 180o dengan ayahnya. Radit anak berbadan gendut, jika dilihat dari jauh radit hanya tampak seperti tumpukan lemak yang bisa berjalan.  dan Bayu anak preman pasar lama, dan kelakuannya persis seperti bapaknya. Ketua dari kelompok ini adalah joni, iya joni anak paling tajir di sekolah ini.

“ Hey Adit ! Berdiri Kamu ! “ teriak joni memanggilku. “ i-iya “ jawabku terbata – bata. “ Serahkan Uang atau tidak ku pukul kamu ! “. “ A-Aku Gak Punya Uang “ Jawab ku. Kemudian Radit Menggeledah Tas dan Baju ku, Tiba – Tiba “ Hey ini apa Adit, Kamu Bohong ! “ Teriak Radit menemukan uang Rp.5.000,- di Saku kanan Celana ku . Agh kenapa Harus Ketemu *Gerutu ku dalam Hati*, “ Adit kenapa kamu diam ?! “ Tanya bayu. Belum Sempat Aku Menjawab, “ Sudah Radit, Bayu Hajar Dia “ Perintah Joni. Akhirnya mereka berdua menghajar ku tanpa Ampun, Tapi mirisnya teman – teman sekelas ku hanya diam tanpa membantuku, mungkin karna rasa takut yang lebih besar dari pada rasa kemanusiaan.
RINGG !!!! *Bunyi Bel Pulang Sekolah*

                Aduh Sakit *Kataku Dalam Hati*. Badan ini Rasanya Remuk Semua, Setelah tadi di pukuli oleh trio kwek – kwek. Jika Ayah dan Ibu tahu Aku Di pukuli Pasti Mereka akan Marah, Tapi Masa Aku Harus Berbohong Lagi ... Ah Sudahlah.

                Sebelum Pulang Kerumah, Aku sempatkan diri ku untuk beristirahat sejenak Di pinggir sungai yang indah ini. Angin berhembus sepoi – sepoi melewati ku, Air sungai yang bening dan Di Penuhi ikan – ikan hias yang cantik, semakin menambah indahnya Sungai ini.

                “ Adit !! “ Teriak Seseorang memanggil namaku, dan saat ku tengok ternyata orang tersebut adalah Ilham dan Fadlan temanku. Mereka adalah Teman Akrabku dari Kelas 1 SMP. Kita Berangkat Bareng dan pulangpun pasti Bareng. “ Hey Ham , Lan “ jawabku Ramah, Mereka pun ikut beristirahat di pinggir sungai. “ Dit Ku dengar tadi kamu di hajar trio kwek – kwek itu ya ? “ tanya ilham meledek ku. “ Ah .. kalau saja Mereka tidak Mengerok ku, pasti Si joni Tengil Itu sudah habis Ku hajar “ jawabku Mengelak. “ Bisa Saja Kamu Dit “ Saut Fadlan Bergabung dalam Obrolan kami.

                “ Dit .. Sudah Ku bilang jadi anak Baik tuh gak enak, Mending jadi Anak Nakal Kaya Mereka .. Banyak Yang takut sama Kita “ Usul Ilham kepada ku. Entah apa yang di pikirkan Ilham Sampai berkata seperti itu, aku hanya diam dan mengangguk saja. “ hey ham , jangan seperti itu tidak baik “ tolak fadlan. “ Ah lan kamu selalu begitu tidak pernah sejalan dengan ku, yang penting dit pikirkan baik – baik perkataan ku tadi “ Saut ilham Berkata Kepadaku.

                “ Yasudah Ham , Lan aku Pulana Duluan “ Jawab ku , langsung beranjak pergi dari sungai. Aku pun Berlari Pergi , terdengar Teriakan ilham dari jauh mengingatkan ku kemnali “ Dit pikirin !! “. Entah apa yang di pikirkan ilham, tapi sepanjang Jalan Pulang kata – katanya selalu terpikirkan Di Otak ku. Agh Bikin Pusing aja si ilham * Gerutuku*.

                Sesampainya Di rumah, Aku Langsung Berlari Menuju kamar ku supaya Tidak Ketahuan Oleh Ibu dan Ayah, Melihat Luka Memar di Badanku ini. Tapi apalah daya memang Filing orang tua selalu tepat, ibu melihat luka memar di wajahku dan ia bertanya “ Adit , ini kenapa Wajah kamu memar ?! “ tanya ibu kepada ku dengan rasa khawatir. “ e-enggak mah ini Cuma jatuh tadi “ jawab ku takut. “ jangan bohong, kamu di pukuli ya ? atau kamu berantem ? “ tanya ibu kepadaku . aku hanya bisa diam karna takut.

“ adit jawab ibu “
“ i-iya mah , adit di pukuli “ jawabku.
“ aduh adit kenapa bisa ? kamu ngajak temen kamu berantem ? “
“ Enggak kok Mah , adit gak Berantem ... Sumpah “
“ Bener Enggak “
“ Benerrr “
“ yaudah Sabar, siapa yang mukulin nanti ibu bilangin ke bu guru “
“ mm .. joni dkk bu “
“ Mereka lagi , gak ada habis – habisnya itu anak ... tapi yang terpenting adit jangan seperti meraka, jadi anak yang baik , karna berantem itu gak baik ya adit “
“ iya mah adit janji “
“ yaudah Mandi dulu terus Ibu obatin Lukanya “

Memang Filing orang tua itu gak pernah meleset. Setelah di obati ibu, aku pun langsung masuk ke kamar dan beristirahat. Tapi di kepala ini terus terbayang kata – kata ilham kepada ku “ Jadi Anak Nakal Biar banyak yang takut “. Agh bikin pusing saja ilham ini , kupikir – pikir memang ada benarnya , tapi aku udah berjanji pada ibu. Aku hanya bisa melamun memikirkan apa yang harus Aku Lakukan.


Tapi jika Aku Diam saja, Aku akan Terus di Tindas Oleh Trio Kwek – Kwek itu. Sungguh Ini Membuat ku pusing, rasanya Otak ini Akan Meledak. Aku pun bangun dari tempat tidur dan pergi menuju wastafel yang ada di Kamar Mandi. Aku lihat Diriku Di depan Kaca, Dan Aku berkata Pada diriku sendiri “ Sudah Kuputuskan Adit, Kita akan Jadi Anak Nakal “. Entah  Jalan Yang ku Pilih ini Benar Atau Tidak, tapi Masa Aku akan Terus Di Tindas Oleh Trio Kwek – Kwek itu.


---- To Be Continue ----

Tidak ada komentar:

Posting Komentar