Selasa, 26 Agustus 2014

Cerpen : Air Mata Bunda

1997, tahun dimana indonesia sedang mengalami krisis Moneter. Demo Dimana – mana, kemiskinan Semakin Meningkat, dan Meningkatnya Kriminalitas di Indonesia.

Waktu Itu Aku Lahir Pada Malam Hari. Aku Lahir Putra dari seorang Ibu anak dari Seorang Tentara RPKAD, yang pada massa itu turut Berjuang Melindungi Negara Kesatuan Republik Indonesia. Dan dari  Seorang Ayah Seorang Tentara Kopasus, yang Hijrah Jauh dari Tanah Kelahirannya.

Aku Tahu Hanya Air mata yang terus menetes dari Ibu, Ayah, dan Kakak. Yang Senang Menyambut Kehadiranku. Rasa Senang, dan Sedih yang tercampur dalam Satu Ruangan. Tangisan ku semakin membuat ramai Keadaan itu.

“ Oekk !! .. Oekk !! “ Aku terus menangis Karna Ketakutanku akan Dunia Baru Yang Akan Mulai Aku Jalani Saat ini. Tapi Pelukan Hangat Membuat aku Berhenti menangis, yaitu pelukan penuh welas asih dari seorang wanita yaitu Ibuku.

Sesudah Kelahiran Aku. Terjadi Perbincangan Antara Ayah, Ibu, dan Kakek. Mereka membicarakan Tentang Nama Yang Akan Mereka Berikan Kepadaku.” Rasyid Menurutmu Apa Nama yang Baik Untuk Anakmu Yang Ke-2 Ini ? “ Tanya Kakekku dengan Suaranya Yang Bergetar kepada Ayahku.” Menurutku Pa, bagaiman Jika Dirgantara Wahyudi “ Jawab Ayah.” Nama Macam Apa pula itu. Kamu sudah berhitung dengan Hanacaraka Belum ?, Cocok apa tidak Dengan Anakmu? “ Tolak Mentah Mentah Oleh Kakekku.

Ayah Memang tak Pandai Dalam Soal Seperti ini. Hanacaraka Adalah kepercayaan orang dulu dalam menentukan nama yang cocok untuk anak mereka jika tidak cocok biasanya anak akan sakit – sakittan, ini memperhitungkan dari hari kelahirannya dan Bulan.” Nur Menurut kamu apa Nama yang Cocok Untuk Anakmu ? “ tanya Kakek Kepada Ibuku. “ Kalau Nur Menyerahkan Kepada Akang dan Ayah Saja “ Jawab Ibuku dengan Suara Halusnya yang menyejukan Hati.

“ Adiyattullah !! “ Teriak Kakekku yang Mengagetkan Ayah dan Ibuku. “ Kenapa Adiyattullah pa ? “ tanya ayahku kepada Kakek. “ Kenapa Adiyattullah ? Karna Al-Adiyat yang artinya Kuda Perang dan tullah yaitu Allah, Jadi Bapak Berharap Anak Kalian ini Bisa Segagah dan Berani Layaknya Kuda Perang Yang Ikut Berjuang Di Jalan ALLAH SWT ! “ Jawab Kakekku Dengan Penuh Semangat. Akhirnya Diputuskanlah Mereka Akan Memberikan Nama Kepadaku Yaitu Adiyattullah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar